Jika pada artikel sebelumnya kita membahas kontaktor dan prinsip kerjanya, kali ini kita akan membahas mengenai relay dan prinsip kerjanya.

Sebagai contoh, pada artikel ini kita akan membahas relay made by omron dengan model LY2. Relay  omron LY2 ini memiliki 8 buah kaki yang nantinya akan dipasang pada socketnya.

Relay dan Prinsip kerjanya

Gambar di atas adalah bentuk fisik dari relay. Bagian bawah (warna hitam) disebut socket relay, sebagai tempat dipasangnya relay agar mudah dihubungkan ke terminal kontrol lainnya.

Relay dan kontaktor sama-sama menggunakan prinsip medan magnet yang ditimbulkan oleh coil yang dialiri arus untuk memindahkan lidah (armatur) relay dari posisi NC (Normally close) ke NO (Normally open) atau sebaliknya.

[Updated 2020} Relay dan Prinsip kerjanya
Bentuk real relay

[Updated 2020} Relay dan Prinsip kerjanya
Gambar 3D relay

Gambar di atas adalah bentuk fisik bagian dalam dari relay jika covernya dibuka. Terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing sebagaimana yang akan kita bahas berikut.

[Updated 2020} Relay dan Prinsip kerjanya

A. Posisi kontak relay saat dikasih catu daya

[Updated 2020} Relay dan Prinsip kerjanya

B. Posisi kontak relay saat catu daya dimatikan

Pada gambar di atas, kita melihat 2 gambar relay dalam kondisi berbeda. Gambar A adalah kondisi pada saat relay Energized (dengan catu daya). Sedangkan gambar B adalah kondisi relay saat De-energized (tanpa catu daya).

Komponen-komponen relay

Berikut ini adalah komponen-komponen relay berdasarkan gambar A dan B di atas.

  1. Spring
  2. Armatur
  3. Kontak NO dan NC
  4. Kontak COM
  5. Core
  6. Coil / Electromagnet
  7. Hinge
  8. Terminal Com
  9. Terminal Koil
  10. Terminal NO dan NC

Spring

Saya rasa kita semua tau persis fungsi spring apa. Spring pada relay nantinya akan bekerjasama dengan armatur relay. 

Dalam kondisi tidak energized (tidak ada power), spring akan menarik armatur ke posisi kontak NC sehingga kontak dan terminal NC berada dalam posisi close (terhubung). Jadi, spring ini lah yang membuat kontak relay dalam posisi NC saat tidak ada catu daya ke coil sebagaimana gambar berikut.

[Updated 2020} Relay dan Prinsip kerjanya

Armatur 

Armatur atau bisa disebut lidah relay adalah bagian yang akan menghubungkan kontak-kontak relay dari posisi NO ke NC atau sebaliknya.

Kontak NO dan NC

Sesuai namanya, kontak NO dan NC akan berpindah posisi dari open ke close saat coil diberikan catu daya. Ke 2 kontak inilah yang akan dihubungkan ke sistem kontrol lainnya sesuai kebutuhan.


Contak COM

Kontak COM berfungsi sebagai sumber untuk ke 2 kontak pada relay yakni NO dan NC. Para teknisi biasa menyebutnya sebagai kontak incoming.

Core (Inti)

Core / inti adalah inti besi yang berfungsi sebagai tempat coil dililitkan.

Coil

Coil adalah kawat tembaga kecil yang dililitkan pada Core. Coil ini lah yang nantinya akan menghasilkan medan magnet ketika diberikan catu daya. 

Medan magnet yang dihasilkan oleh coil relay nantinya akan jadi anti spring. Artinya, coil akan bekerja berlawanan dengan spring. Jika spring menarik armatur ke posisi NC, maka medan magnet yang dihasilkan oleh coil akan menarik armatur ke posisi NO.

Hinge (Engsel)

Hinge akan berfungsi sesuai namanya. Seperti engsel pintu. Hinge akan membantu proses perpindahakn armatur dari posisi NC ke NO atau sebaliknya.

Terminal COM

Terminal Com ini adalah salah satu kaki relay. Sama halnya dengan kontak Com, terminal com ini nantinya akan menghubungkan kontak Com dengan terminal Com pada socket relay sehingga terdapat arus pada terminal NO dan NC.

Terminal coil

Sama halnya dengan terminal Com. Terminal coil adalah sumber catu daya ke koil, yang nantinya akan menimbulkan medan magnet dan membuat armatur bisa bekerja memindahkan posisi kontak NO ke NC.

Terminal NO dan NC

Merupakan kaki relay yang menjadi perpanjangan tangan dari kontak NO dan NC. Ketika kontak relay dalam posisi NC, maka arus akan mengalir melalui terminal NC. Begitupun pada kontak NO.

Baiklah, setelah kita memahami bagian-bagian relay beserta fungsinya, maka selanjutnya adalah kita akan membahas bagaimana sih cara kerja relay?

Cara kerja Relay LY2 Omron

Prinsip kerja relay

  1. Pada relay LY2 terdapat 2 buah kontak input utama yakni terminal no 5 dan 6, baik pada unit relay maupun pada socketnya. Masing-masing kontak terdiri dari 2 buah output yang berada dalam kondisi NO (3 dan 4) dan NC (1 dan 2). 
  2. Terminal 7 dan 8 merupakan sumber catu daya ke coil relay.
  3. Ketika terdapat catu daya pada terminal 7 dan 8, maka akan timbul medan magnet pada pada coil relay sehingga kontak relay yang tadinya berada pada posisi NC (1 dan 2), berpindah ke posisi NO (3 dan 4) karena ditarik oleh medan magnet yang ditimbulkan oleh coil tersebut. Ketika catu daya menuju coil diputus, maka kontak relay akan kembali ditarik ke posisi semula oleh Spring relay. Begitu seterusnya.

Relay jenis ini biasanya banyak digunakan pada perusahaan-perusaan industri sebagai salah satu komponen sistem kontrol.

Sekian artikel kali ini tentang tentang relay. Jika ada yang kurang jelas atau mau dikoreksi, silahkan ditanyakan di kolom komentar. 

Mohon bantu dishare jika anda menganggap artikel ini bermanfaat. Terimakasih…

11 Comments to “Relay dan prinsip kerjanya [update 2022]”

  1. Maaf mau nanya, kalau digunakan sbg switch alarm bisa kah om, misalnya untuk memunculkan alarm saat pln off?
    🙏🙏🙏

    Reply

Post Comment